Sabtu, Juli 04, 2009

Birokrasi Imigrasi

Beberapa waktu lalu pergi ke Kantor Imigrasi kelas 1 Bandung buat bikin paspor, dalam rangka mau jalan - jalan ke luar negeri.. Nah, terbayang - bayang banyaknya tahapan yang harus dilewatin, antrian yang harus ditunggu, roko yang harus dihisap demi 24 lembar izin keluar negeri.. Syaratnya aja udah macem2 : KTP, Kartu Keluarga, Paspor Lama, Akte Kelahiran, dan satu lembar Formulir yang harus diisi dengan huruf cetak dan tinta hitam..  Arrgh, bikin malas..

Tapi ternyata saya dibuat kagum dengan sistem yang dibuat di kantor Imigrasi Bandung ini, semuanya tersusun dan tertata, walaupun tidak rapih tapi teratur.. 
Pertama ngambil nomor antrian buat ngasih syarat - syarat.. Klo syarat - syarat sudah diapprove, ngambil nomor antrian buat bayar biaya paspor, waktu itu kenanya sekitar 200rban.. (zzz...).. Klo udah bayar, ngambil nomor antrian buat difoto dan wawancara, wawancara tragis 5 menit.. :p Then, klo udah beres ngambil nomor antrian buat ambil paspor.. Klo lancar semuanya beres dalam 2 minggu.. ;) Cuma karena saya malas - malasan, jadinya beresnya dalam 2 bulan.. haha.. :D

Ah, tapi sempat curi-curi dengar waktu lagi duduk nungguin dipanggil nomer.. "Wah, klo sama saya bayar 550rb, langsung difoto 2 hari beres.." Ck ck ck.. ini nih yang bikin kacau sistem antrian.. Ah..

Read more...

Jumat, Juli 03, 2009

Sebelum Tidur..

Udah 1 bulan tidak berblog ria..  :)


Beberapa bulan terakhir ini rasanya ko waktu hidup berubah.. Tidur jam 5 pagi, bangun jam 1 siang..  Klo ada kuliah, bangunnya jam 10an atau jam 8an.. Grrr..!!

Aktifitas sebelum tidur :
1.  Ngeroko sebatang
2.  Minum susu
3.  Ngenet
4.  Gunta ganti channel yang ada sekitar 50an channel,  biasanya urutannya ESPN, Star Sport, HBO Signature, HBO, Animax, National Geograhic, terakhir biasanya discovery channel supaya bisa bantu tidur karena acaranya sering membosankan..

 Pola hidup jadi aneh.. Udah mencoba untuk merubah pola tidur dengan gak tidur sama sekali malamnya, tapi tetep aja tidurnya selalu pagi buta..  Ah, harus dihentikan pola hidup gak sehat seperti ini As Soon As Possible, Lebih Cepat Lebih Baeee... ;)

Read more...

Jumat, Juni 05, 2009

Ngubah Layout

Diubah layoutnya.. ada yang protes, katanya terlalu rame jadi pusing mo baca yang mana.. hehe..

Read more...

Senin, Juni 01, 2009

Kafe


Sudah 20 menit rasanya saya menunggu datangnya teman yang tak kunjung datang tanpa alasan.  Menunggu, membuatku duduk termenung sendiri di meja paling pojok mencoba mengasingkan diri dari dunia. Asap tebal mengepul dari hasil nikotin yang kuhisap sesaat lalu, abunya sudah sedikit mengotori taplak indah yang menghiasi meja kafe walaupun tersedia asbak tampaknya abu - abu roko tidak mau terkekang di dalam asbak karena angin memaksanya untuk keluar.    Beberapa saat menatap ke arah langit, menghitung bintang yang sepertinya ditebarkan secara tak teratur.  Ah, apalah arti taplak indah dan bintang ini, semuanya hanya latar belakang. Tidak beresensi, tidak ada artinya, toh esensi datangnya saya kesini untuk bertemu teman.  Selama teman saya belum datang, masih di dalam perjalanan terjebak macet, bannya kempes, sedang ditilang polisi, dan lain lain dan lain lain jadi tidak ada artinya bintang bertebaran di atas dan taplak indah ini tersulam rapi di atas meja.  Meja, taplak, bintang, diriku..? Tampak saling melengkapi, padahal tidak berhubungan sama sekali.. Rasanya semuanya hanya tersimpan di situ untuk menjadi latar belakang yang indah dan dinikmati tanpa mengerti esensi asli darinya.  Memangnya kursi ini untuk duduk ? Memangnya taplak ini untuk menghiasi meja agar tidak ternoda ? Memangnya bintang di langit untuk dihitung jumlahnya sewaktu bosan ? Haha.. Memang tidak ada kebenaran yang mutlak atas segalanya.


Datang seorang perempuan dari sudut luar ruangan, membawa roti bakar dan kopi pesananku.  Ditaruhnya roti bakar dan kopi di atas taplak meja dengan rapi, kemudian dia pergi untuk melayani tamu di meja lain.  Hmm.. apakah kopi dan roti bakar ini nyata..? Atau hanya pikiranku saja yang membuat kopi dan roti bakar ini nyata..? Pikiran yang membuat segalanya menjadi nyata.  Yah, biarkanlah pikiran ini membuat roti bakar menjadi manis dan kopi menjadi pahit walaupun mungkin yang kumakan ini adalah rumput hambar yang melayang - layang di udara.

Kembali ku menghisap nikotin sambil menyeruput kopi panas untuk meredakan dinginnya angin malam.  Kopi panas di malam dingin, kembali menjebak pikiran ini.  Seharusnya aku tidak terjebak dengan memesan kopi panas karena dinginnya malam, karena hanya akan membuatku lebih membuai pikiranku terhadap dunia.  Pikiran ini seharunsnya melayang bebas, tidak terikat apapun.. Tidak terikat masa lalu, tidak terikat masa depan.. Berfikir sebebas - bebasnya, mencoba mendekati kebenaran seutuhnya untuk segelanya dengan pikiran saat ini. 

Aku tersentak, karena mendengar namaku dipanggil. 

"Oi ril.. Sori telat.. Udah pesen ya ? " temanku, mencoba mangalihkan pembicaraan kenapa dia telat dengan membuat sebuah pertanyaan di akhir kalimat.
"Udah.. Roti bakar ama kopi panas.." aku memperlihatkan roti bakar dan kopi yang tinggal setengah.
"Gw udah pesan juga, pasta ama jus jeruk.. Lagi mikir apa lu..? Asik betul, macam plato saja kulihata tampangmu.."

Haha.. Plato..? Bukan.. Bukan Plato.. Nietzhe...

Read more...

Rabu, Mei 27, 2009

Silent Melody

The time proven  for what i have foreseen
unsang melody it will be forever
now let just keep it only as a whisper
hoping its slight breeze could cast the calm

Sound of the unsang melody,
a melody composed through notes of hope
trying to find a soul that listen
soul to rythm with its tune

a silent melody,
surrender to time
for only time that know
will it ever be sounded again...

Read more...

  © Blogger template ProBlogger Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP